Sejarah Uang



Uang merupakan alat tukar yang sangat penting bagi manusia di seluruh dunia. Perputaran uang terjadi begitu cepat. Ini karena uang dipergunakan setiap hari. Setiap negara mempuyai mata uang yang berbeda-beda. Berikut ini akan dijelasakan sejarah uang.

Sejarah Uang

Saat ini kebutuhan orang akan uang sangatlah tinggi. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Ya, uang memang berperan penting dalam kehidupan. Untuk belanja keperluan dan kebutuhan sehari-hari kita membutuhkan uang. Tahukah Anda, sebelum ditemukan uang logam dan kertas seperti yang kita gunakan sekarang, masyarakat menggunakan uang dari emas atau perak? Bahkan uang yang kita kenal sekarang ini mengalami proses perkembangan yang panjang. Bagaimana sejarah uang?

Sejarah Uang: Sistem Barter

Kehidupan masyarakat dahulu masih sangat sederhana. Pekerjaan mereka pun juga masih sangat sederhana, tidak seperti sekarang. Pekerjaan zaman dulu hanya berburu, bercocok tanaman, menangkap ikan, dan beternak. Lalu bagaimana caranya petani mendapatkan ikan? Peternak mendapatkan beras?
Untuk memperoleh barang kebutuhan, karena saat itu belum mengenal uang, maka diadakan cara tukar menukar barang. Tukar menukar barang dikenal dengan nama barter. Seorang petani menukar beras dengan telur milik peternak ayam. Nelayan menukarkan ikannya dengan sayuran milik petani. Sebelum melakukan penukaran barang, harus melakukan kesepakatan terlebih dahulu. Ini dilakukan agar tidak saling merugikan kedua belah pihak.

Sejarah Uang: Munculnya Uang

Dengan adanya kemajuan pola berpikir di masyarakat, sedikit demi sedikit cara barter tidak digunakan lagi. Mereka berpikir banyak sekali kerugian dalam cara barter tersebut. Oleh karena itu, muncullah cara baru, yaitu menggunakan benda-benda tertentu sebagai alat tukarnya. 
Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat tukar adalah yang dapat diterima umum dan benda-benda kebutuhan sehari-hari. Contoh alat tukar tersebut adalah garam, manik-manik, kulit kerang, tanah liat, tembaga, dan sebagainya.
Sekitar abad ke-17 M, sejarah uang mulai berkembang. Orang mulai mengenal cara pertukaran dengan uang logam. Logam yang digunakan adalah emas dan perak. Kemudian muncul uang kertas. Semula uang kertas yang beredar merupakan surat bukti kepemilikan emas dan perak.
Surat bukti itu digunakan sebagai alat perantara untuk melakukan transaksi. Seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya orang-orang tidak lagi menggunakan emas dan perak lagi sebagai alat tukar. Mereka menggantinya dengan uang kertas sampai sekarang.
Sejarah uang pun semakin berkembang. Hingga kini, kita mengenal uang kertas dan logam yang beredar sebagai alat tukar dan menjadi alat pembayaran yang sah. Anda dapat mencukupi kebutuhan dan keperluan sehari-hari dengan mudah karena adanya uang.

Sejarah Uang: Fungsi dari Uang

Umumnya, uang berfungsi sebagai media perantara untuk proses pertukaran antara barang dengan barang. Selain itu, uang pun digunakan untuk menghindari perdagangan yang dilakukan dengan cara barter. Secara khusus, fungsi uang dapat dibedakan menjadi dua, yaaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
Fungsi asli dari uang ada tiga, yaitu uang sebagai alat tukar, uang sebagai satuan hitung, dan uang sebagai penyimpan nilai. Sebagai alat tukar atau medium of exchange, uang dapat mempermudah perilaku ekonomi (pertukaran atau jual beli). Jika diambil contoh, orang yang melakukan pertukaran atau jual beli, tidak perlu menukarkan dengan barang juga, tapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar yang sah. Fungsi uang sebagai alat tukar yang sah pun telah mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam sistem barter.
Sebagai satuan hitung (unit of account), uang dapat dipakai untuk menunjukkan nilai berbagai jenis barang atau jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Di samping itu, uang pun dapat dipakai untuk menentukan harga barang atau jasa atau alat penunjuk harga. Sebagai alat satuan hitung, uang memiliki peran untuk melancarkan proses pertukaran atau jual beli.
Selain dua fungsi yang telah dijelaskan sebelumnya, uang pun memiliki fungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta). Hal ini dikarenakan uang dapat dipakai untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang menuju masa yang akan datang. Misalnya, jika penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang atau jasa yang dijualnya, maka penjual tersebut dapat menyimpan uang tersebut untuk dipakai membeli barang atau jasa pada masa yang akan datang.
Selain ketiga fungsi asli dari uang yang telah dijelaskan di atas, uang pun memiliki fungsi turunan. Fungsi turunan dari uang antara lain sebagai alat pembayaran transaksi, alat pembayaran utang, alat penimbun kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.

Sejarah Uang: Persyaratan Sebuah Uang

Sebagai alat tukar yang sah, uang harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan. Pertama, sebuah uang harus dapat diterima secara umum (acceptability). Selanjutnya, sebagai alat tukar umum, uang harus memiliki nilai dan keberadaannya dijamin oleh pemerintah. Selain itu, bahan yang digunakan untuk uang pun harus dapat bertahan lama (durability), memiliki kualitas yang sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dan tidak mudah dipalsukan (scarcity).
Selain syarat-syarat di atas, uang pun harus mudah dibawa (portable), mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta uang memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Sejarah Uang: Jenis Uang Menurut Bahan dan Nilainya

Menurut bahannya, uang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu uang kertas dan uang logam. Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam. Biasanya, logam yang digunakan sebagai bahan uang adalah emas dan perak karena kedua jenis logam tersebut memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil dan bentuknya mudah dikenali. Uang logam pun tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilainya. Sementara itu, pengertian uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu sehingga menjadi alat pembayaran yang sah.
Menurut nilainya, uang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money). Dikatakan sebagai uang penuh jika nilai yang ada di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang dipakai. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik (nilai bahan pembuat) yang terkandung dalam uang itu. Jadi, jika uang tersebut terbuat dari emas, maka nilai uang tersebut sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
Sementara itu, dikatakan sebagai uang tanda (token money) jika nilai yang tertera di atas uang tersebut lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. Dengan kata lain, nilai nominal uang lebih besar dari nilai intrinsik (nilai bahan pembuat) uang tersebut. Contohnya, untuk membuat uang Rp1.000, pemerintah mengeluarkan biaya pembuatan sebesar Rp750.
Nah, itulah sejarah uang mulai dari perkembangan hingga segala aspek yang ada di dalamnya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda mengenai sejarah uang. 

0 Responses to “Sejarah Uang”

Post a Comment

Recent Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
All Rights Reserved Komputerizam | Blogger Template by Bloggermint